Jumat, 29 Mei 2015

inilah aku

26 Mei 1996

seorang laki- laki separuh baya tampak gelisah disudut rumah sakit tempat bersalin di daerah kota jember. dia hanya terdiam dan sekali- kali melihat pintu ruang bersalin yang jaraknya sekitar 5 meter dari tempat duduknya. dengan wajah pucatnya dan beberapa kali terlihat mimik mulutnya mengucapkan ayat- ayat suci Alqur'an, membuat suasana di tempat bersalin itu semakin tegang. sampai akhirnya, satu suara yang ditunggu- tunggu dari sudut ruang bersalin terdengar, suara yang semakin lama semakin kencang menghilangkan kekhawatiran seorang laki- laki itu. ia langsung berdiri dari tempat duduknya dan pergi kearah datangnya suara. seorang suster membuka pintu kamar bersalin dengan tersenyum berkata "selamat bayi anda perempuan".. tanpa terasa air mata haru menetes hingga membasahi pipi laki- laki itu. "terimakasih suster, dimana istri saya?". "didalam bapak, silahkan masuk". suster itu minggir memberikan jalan kepada seorang laki- laki itu, didalam air mata tangis keharuan tak lagi bisa dibendung oleh laki- laki tersebut ketika melihat seorang perempuan pucat yang sedang terbaring lemas dengan tangan mengelus- elus badan bayi perempuan dengan balutan selendang berwarna pink dengan motif bunga. "ini anak kita", ucap perempuan itu dengan mata berkaca- kaca melihat suaminya menangis menatapnya. "terimakasih sayang, kau ijinkan aku menjadi seorang ayah". jawabnya sambil mencium kening sang istri. sebuah kebahagiaan yang sempurna bagi keluarga itu. "kita beri nama siapa anak kita???" tanya sang istri. "kita beri nama dia saraswati, agar dia selalu melindungi kebahagiaan keluarga kecil kita". "nama yang indah" angguk sang istri tanda setuju.
dan anak yang diharapkan selalu menjaga kebahagiaan keluarga kecil itu adalah "aku".
 
Aku lahir dalam sebuah keluarga sederhana namun kehidupanku selalu diselimuti kebahagiaan, ayahku seorang pekerja wiraswasta yang memiliki penghasilan tidak menentu setiap harinya. sedangkan ibuku hanya ibu rumah tangga biasa yang selalu percaya bahwa rejeki seseorang tak pernah ditukar oleh orang lain. ayah ibuku selalu bangga kepadaku dan selalu mendukung apapun keputusanku. mulai dari pemilihan sekolah, pemilihan teman, hingga pemilihan keputusan.
sampai akhirnya......